Jumat, 14 Februari 2025

7 RESEP MENULIS ITU MUDAH

 Pertemuan ke-11

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32

Jum'at, 14 Februari 2025

Narasumber : Prof. DR. Ngainun Naim, M.HI

Moderator : Muliadi

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32


"Menulis bukan soal sempurna, tapi soal berani memulai. Setiap kata yang ditulis adalah langkah menuju kemahiran."


Jum'at, 14 Februarai 2025. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32, pertemuan ke-11 digelar kembali. Seperti biasanya, kelas berlangsung melalui WA Grup mulai pukul 19.00-21.00 WIB. Tema malam ini yaitu "MENULIS ITU MUDAH" menghadirkan narasumber ternama yaitu Prof.DR.Ngainun Naim, M.HI, dan kelas dipandu oleh Bapak Muliadi.

Moderator mengawali kelas dengan menyapa semua peserta dan mengingatkan aturan kelas. Kegiatan kelas dibagi 3 tahap, yaitu pembukaan, sajian materi, dan tanya jawab. Selanjuitnya moderator mepersilahkan narasumber menyampaikan materinya.

Prof. Dr. Ngainun Naim, M.HI, berbagi resep Menulis Itu Mudah : 

  1. Pentingnya membangun mindset, membangun kerangka pikir yang tepat terlebih dahulu. Jika kita berpikir menulis itu mudah, maka itulah yang akan terjadi. Begitu juga sebaliknya.
  2. Sering berlatih. Jika baru sekali, dua kali menulis, lalu tidak selesai ya itu mirip orang belajar naik sepeda lalu jatuh. Jadi, jika ada kesulitan, tetap semangat. tetap menulis. Bangkit lagi, dan coba untuk terus menulis.
  3. Mulailah menulis tentang hal-hal yang sudah diketahui. Jangan mulai menulis dari yang idealis dan rumit.Baru belajar menulis mau langsung menulis buku ya berat. Boleh juga,tetapi harus memahami segala sesuatunya secara berproses  Contohnya bisa menulis tentang pengalaman. Seperti berikut ini https://www.spirit-literasi.id/2024/06/perjumpaan-tak-terduga.html
  4. Miliki semangat dalam menulis. Tanpa semangat, tulisan tidak akan jadi. Semangat itu seperti bahan bakar dalam menulis. Awalnya, tulisan kita mungkin belum baik, tetapi dengan semangat kita akan terus menulis sehingga tulisan kita semakin berkualitas.
  5. Menulis sesuai dengan kondisi. Misalnya, jika kita terbiasa menulis dengan tangan, ya lakukan seperti itu. Jika terbiasa menulis dengan HP, ya menulis dengan HP saja tidak apa apa. Termasuk sesuai kondisi adalah bersiasat menulis di tengah kesibukan kerja yang seolah tanpa jeda. Salah satu alasan yang cukup dominan sebagai penghambat menulis adalah SIBUK Menulis itu soal komitmen. BUKAN MENUNGGU WAKTU LUANG TETAPI MELUANGKAN WAKTU. Jika sibuk, kita bisa berlatih menulis secara NGEMIL seperti berikut ini https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/666b0af7c925c448d542e5d4/ngemil-menulis-di-tengah-kesibukan
  6. Rajin Membaca. Sebelum menulis, wajib hukumnya membaca. Karena dengan membaca, bisa memberi nutrisi bagi otak. Sehingga otak bisa memproduksi tulisan lebih banyak. Membaca tidak harus banyak. Sedikit asal paham itu jauh lebih baik.
  7. Nikmati Prosesnya. Jika kita menikmati proses selama menulis, maka kesuksesan pun akan mengikuti

 Pada sesi tanya jawab, saya mengajukan pertanyaan berikut :
  1. Bagaimana agar semangat menulis terus menyala?
  2. Motivasi instrinsik dan ekstrinsik seperti apa yang tepat?
Jawaban Prof sebagai berikut :
  1. Harus ada spirit yang terbangun dalam diri sendiri. Karena itu perlu ditentukan kita menulis itu kepentingannya apa. Jika kepentingannya karir, untuk naik pangkat, misalnya. Bersemangat menulis akan menjadi pendorong lancarnya karir. Jika kepentingannya mengabadikan ide, terus menulis adalah cara untuk terus bersemangat menulis.
  2. Ekstrinsik: misalnya ikut grup semacam ini adalah cara mendapatkan motivasi. Ekstrinsik dan intrinsik harus dipadukan
Terima kasih Prof atas jawabannya, dan materi yang sangat mencerahkan malam ini. Seperti mahfudhot atau kata-kata mutiara dalam bahasa Arab yang Prof sampaikan, Bidaayatuhu nihaayatuhu. Permulaannya menentukan akhirnya.

Dari matei malam ini, saya belajar bahwa 

"Menulis itu seperti menanam benih. Awalnya kecil dan sederhana, tapi dengan kesabaran dan latihan, ia tumbuh menjadi sesuatu yang bernilai. Jangan khawatir tentang tulisan pertama yang belum sempurna, karena setiap penulis besar pun pernah memulai dari satu kalimat sederhana. Yang penting, berani memulai. Setiap kata yang ditulis adalah langkah menuju cerita yang lebih besar."

"Menulis itu seperti meracik kopi, kadang butuh trial and error, tapi setiap kata yang dituangkan selalu punya rasa. Tidak perlu menunggu sempurna, karena justru dari tulisan yang sederhana, kita bisa menemukan makna. Biarkan pikiran mengalir, biarkan cerita berbicara. Siapa tahu, tulisan kecil hari ini bisa menjadi inspirasi besar di masa depan."


Rabu, 12 Februari 2025

7 TEKNIK PROMOSI BUKU

 Pertemuan ke-10

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32

Rabu, 12 Februari 2025

Narasumber : Akbar Zainuddin, MM., MNE

Moderator : Mutmainah, M.Pd

Sumber : Grup WA KBMN (PGRI) Gel.32

"Sebuah karya akan semakin bermakna, jika semakin luas menginspirasi pembaca" 
(Gramatolina)

Sebuah buku yang luar biasa tak akan menemukan pembacanya jika ia hanya diam di rak tanpa diperkenalkan. Di tengah derasnya arus informasi dan konten digital, promosi buku bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Lebih dari sekadar menjual, teknik promosi yang tepat mampu menghidupkan cerita di balik buku, membangun koneksi emosional dengan calon pembaca, dan menciptakan antusiasme yang membuat buku tersebut layak diperbincangkan. Lalu, bagaimana cara membuat sebuah buku bersinar di tengah lautan karya lainnya?

Tema tentang TEKNIK PROMOSI BUKU, merupakan tema yang sangat penting dalam Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32. Rabu, 12 Februari 2025, Pertemuan ke-10 berlangsung pukul 19.00-21.00 WIB. Kegiatan malam ini dipandu oleh ibu Mutmainah, M.Pd, salah seorang alumni KBMN Gelombang 24. Beliau belajar menulis dan berkarya dari nol besar. Kini, beliau telah memiliki 3 buku solo dan puluhan antologi.

Narasumber kita malam ini, tentunya seorang sosok yang sangat luar biasa. Bapak Akbar Zainudin, MM. MJW. Seorang trainer dan motivator nasional, pendiri PT. EMJEWE Training & Coaching serta perusahaan penerbitan MJW group. Beliau adalah penulis 13 buku motivasi. Buku terbaru beliau adalah The Power of Man Jadda Wajada. Buku penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama. Sudah cetakan ke-13 dan beredar sebanyak 55.000 eksemplar. Beliau juga penulis buku UKTUB Panduan menulis buku dalam 180 hari, merupakan praktik baik narasumber kita sebagai penulis sekaligus motivator andal. 

KRITERIA BUKU yang BAGUS, menurut pengalaman narasumber yaitu :

Pertama, Buku itu mempunyai keunikan atau kalau bisa keunggulan dibandingkan dengan buku sejenis.Penulis harus bisa menjawab pertanyaan: 
  • "Apa perbedaan buku ini dengan buku sejenis yang sudah ada di pasaran?"
  • "Sebutkan 10 alasan mengapa orang harus membeli buku anda". 
Kedua, Buku ditulis dengan target pembaca yang jelas. Sebelum menulis tentukan dahulu siapa audiens yang akan membaca buku kita.
Contoh, narasumber membagi buku Man Jadda Wajada ke dalam beberapa seri, sebagai berikut:
  • Man Jadda Wajada untuk dewasa.
  • Man Jadda Wajada fortin untuk motivasi remaja
  • Berwirausaha modal Man Jadda Wajada untuk calon pengusaha
  • UKTUB': panduan buku menulis dalam 180 hari untuk para penulis pemula
  • Ketika Sukses berawal dari pesantren untuk para santri dan santriwati
Ketiga, ditulis dengan bahasa sesuai dengan target pembaca. Ada buku-buku yang ditulis dengan bahasa ngepop, bahasa ilmiah, dan sebagainya. Buku saya kebanyakan ditulis dengan bahasa ngepop karena saya pengen buku saya ringan untuk dibaca tapi isinya cukup mendalam dan bisa dipraktikkan.
Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32


STRATEGI PROMOSI BUKU

APA ITU PROMOSI BUKU

Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli. 

MENGAPA PROMOSI BUKU ITU PENTING

Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita. 

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:
  1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
  2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh. 
  3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku. 
  4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.
TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU. 

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

1. LAUNCHING BUKU. 
  • Program untuk meluncurkan buku baru. 
  • Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. 
  • Penyelenggara bisa penerbit maupun penulis. 
  • Biaya launching bisa dari penerbit, bisa penulis. 
  • Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 
  • Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.
  • Program launching buku bahkan bisa dilakukan dari rumah, seperti melalui FB, IG, ataupun Youtube
  • LAUNCHING BUKU, secara live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. 
  • Launching buku kalau perlu setiap bulan. Agar semakin dikenal dan menarik banyak pembaca.
2. BEDAH BUKU. 
  • Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. 
  • Bedah buku bisa dilakukan secara online maupun offline.
  • Jika Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. 
  • Bedah buku bisa di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. 
  • Bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.
3. SEMINAR ATAU PELATIHAN
  • Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Contoh seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis. 
  • Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis.
  • Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. 
  • Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya.
  • Lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.
4. MEMBANGUN KOMUNITAS
  • Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. 
  • Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.
  • Share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. 
  • Bentuk WA Grup. 
  • Sesekali mengadakan seminar melalui Zoom.
5. MEMBANGUN JARINGAN RESELLER
  • Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. 
  • Berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.
  • Contohnya Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku. 
6. JUALAN DI MARKETPLACE
  • Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  
7. MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL (Medsos) untuk promosi buku.
  • Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. 
  • Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis. 
  • Jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. 
  • Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.
  • Contoh video promosi Buku UKTUB  https://vt.tiktok.com/ZSM8eyBfK/

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32

Materi yang sangat penting dan bergizi tentunya. Diakhir penyampaian materi, narasumber mengingatkan agar peserta kelas KBMN mau mencoba semua teknik promosi yang sudah beliau jabarkan di atas. Yang paling penting itu terus menerus dan konsisten. Kalau baru promosi sekali terus mengharapkan langsung banyak lagu yang nggak bisa. Tiap hari aja promosi nanti hasilnya beberapa bulan ke depan baru akan terlihat. 

Jadi perlu untuk terus konsisten dan istiqomah. Kalau belum terlihat hasilnya lakukan terus saja nanti juga orang akan tahu kalau tertarik dan mau membeli buku kita.

Demikian motivasi dari narasumber hebat kita malam ini. Terima kasih 

Senin, 10 Februari 2025

CARA MUDAH MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

 Pertemuan ke-9

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32

Senin, 10 Februari 2025

Narasumber : Widya Setyaningsih (Widya Arema)

Moderator : Nur Dwi Yanti (NDY)

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32

"Majalah sekolah: little pages, big stories-bikin jejak, nyalakan inspirasi!"

Senin, 10 Februari 2025, pukul 19.00-21.00 WIB. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32, dimulai. Nur Dwi Yanti yang biasa dipanggil NDY, membuka kelas malam ini dan menyapa seluruh peserta. Beliau sebagai moderator dalam pertemuan ke-9 KBMN ini dengan Tema MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH. Narasumber malam ini yaitu Widya Setyaningsih yang memiliki nama pena Widya Arema. Beliau adalah pendidik, narasumber di berbagai kegiatan pelatihan dan penulis tentunya.

Narasumber mengawali materinya dengan memantik semangat dan motivasi peserta. Satu kata dan menjadi kunci utama agar kita bisa menjadi penulis yang produktif  yaitu  MAU

Bagaimanapun juga satu ons tindakan lebih berarti dari pada satu ton pemikiran.

Setiap sekolah tentu ingin dikenal oleh khalayak luas. Baik sekolah negeri, lebih-lebih sekolah swasta. Selain itu sebagai lembaga formal, komunikasi, promosi, dan sosialisasi dengan orangtua, masyarakat sebagai STAKE HOLDER sangat diperlukan. Semua itu dapat terjawab dengan hadirnya Majalah Sekolah. Tentu sebagian dari kita berfikir, haduuh rasanya tidak mampu deh punya majalah sendiri. SDM kurang, biaya tidak ada dan dukungan dari sekolah kurang optimal.

Seperti apakah mengelola, majalah sekolah?

Siapa saja yang turut berperan?

Apa yang akan kita kemas dalam majalah sekolah?

Bagaimana prosesnya?

Menurut KBBI, majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

💫Menurut Waktunya majalah dibedakan
 atas majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya’.

💫Menurut Isinya dibedakan
Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya

Pada umumnya majalah memiliki susunan daftar isi yang hampir sama. Rincian isi majalah ini akan memudahkan kita untuk menyusun setiap halaman majalah.

Menurut Wikipedia daftar isi majalah antara lain  berisi :
1. Nomor Edisi : Keterangan edisi dan tanggal terbit
2. Halaman : Menunjukkan posisi halaman sebuah rubrik.
3. Rubrik : Menunjukkan isi rubrik
4. Isi : Tema yang ada dalam sebuah rubrik. Satu rubrik bisa terdiri dari beberapa tema.
5. Jumlah halaman : Menujukkan jumlah halaman sebuah rubrik.
6.  Penulis : Penulis dari sebuah tulisan.
7. Deadline : Waktu tulisan yang akan dimuat di majalah.
8. Keterangan : Penjelasan dari halaman yang ada disebuah rubrik.

Langkah-langkah menerbitkan majalah sekolah

1. Menyatukan ide dan gagasan

  • Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi. 
  • Membentuk susunan redaksi majalah
2. Mengajukan Proposal

3. Membuat rancangan majalah

  • Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll
4. Mencari rekanan pendukung
  • Percetakan, sponsor dll

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32


Fungsi dan Manfaat Majalah Sekolah

Berdasarkan kajian literatur, majalah sekolah memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya:

  1. Media Informasi – Menyampaikan berita seputar kegiatan sekolah, prestasi siswa, hingga wawasan akademik dan non-akademik.
  2. Wadah Kreativitas – Memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide melalui artikel, puisi, cerpen, opini, dan karya seni.
  3. Sarana Literasi – Melatih keterampilan menulis, membaca, dan berpikir kritis bagi siswa dan guru.
  4. Dokumentasi Sejarah – Merekam perjalanan sekolah dari waktu ke waktu, menjadi arsip berharga bagi generasi mendatang.
  5. Meningkatkan Rasa Kepemilikan dan Kolaborasi – Mengajarkan kerja tim dalam mengelola konten, mengedit, serta menerbitkan majalah sekolah.

Sumber :Grup WA KBMN PGRI Gel.32

SUSUNAN REDAKSI MAJALAH SEKOLAH

1. Penasehat    : Yayasan
 Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah Penanggung Jawab : Kepala Sekolah

2. Tugasnya : bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) 

3. Pimpinan redaksi: Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.

4. Editor : Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan

5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

6. Fotografer : tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

7. Layout : Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan

8. Bendahara : Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah
Sumber: Grup WA KBMN PGRI Gel.32

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah

1. Membuat nama majalah
  • Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat. 
  • Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.
  • Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA. KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration

2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan

  • Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 
  • Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
  • Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.
  • Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik. 
  • Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.

  • Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll
  • Kegiatan Siswa: Kegiatan outclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll
  • Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.
  • Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
  • Info dan pengumuman: Info ujian, libur dsbnya

Bisa juga ditambahkan artikel lain sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas sekolah:

Misalnya:

  • Belajar Bahasa (bahasa Arab dan Bahasa Inggris}
  • Do You Know (Berisi pengetahuan-pengetahuan umum yang bisa menambah wawasan siswa, yang ditulis dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)
  • Komik atau cerita bergambar
  • Tutorial menggambar
  • iklan dari sponsor

3. Mengajukan ISBN

Agar majalah kita memiliki hak paten, maka mengajukan ISBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISBN.

4. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah

Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid.

Saran : 

  • Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
  • Tidak terlalu formal/kaku.
  • Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan
  • Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan)
  • Misalnya hay gaess, kata sapaan sobat untuk para pembaca
  • Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.

5.Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat

Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya : 

  • Tetap Berprestasi di Masa Pandemi.
  • Semakin Berilmu Semakin Berakhlak
  • Lets go green
  • Raih Mimpi Setinggi Bintang
  • Hold Your Star
  • Semakin Berprestasi, Semakin Membumi

6. Cover dan Layout Menarik

Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah, mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.

Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP,SMA).Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.

Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

7. PEMBIAYAAN

Pembiayaan digunakan untuk:

  • Biaya cetak majalah
  • Membayar HR crew
  • Pembelian hadiah kuiz dll

Sumber Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3.

  1. Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
  2. BOSDA. Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA. Pada BOSDA ada pos biaya cetak majalah sekolah dan membayar honorarium crew.
  3. Sponsor. Bisa dari walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya.

8. PERCETAKAN

Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue

Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

10. Pupuk Kekompakan Team

Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.

Materi malam ini cukup padat dan berisi. Tetapi, saya mulai membayangkan bagaimana membuat dan mengelola majalah di sekolah saya? Semoga bisa kami diskusikan dengan tim humas dan kesiswaan di sekolah. 

Majalah sekolah bukan hanya media cetak biasa, tetapi juga refleksi identitas dan kreativitas siswa. Dengan terus berkembangnya teknologi dan budaya literasi, majalah sekolah dapat beradaptasi dengan format yang lebih interaktif dan digital. Dengan demikian, setiap edisi yang diterbitkan tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga inspirasi bagi seluruh warga sekolah.

Minggu, 09 Februari 2025

RINAI LURUH ATAS TITAH-NYA

"Rinai luruh atas titah-Nya, bagai bisikan sunyi dari langit, meniti udara dengan gemulai sebelum mengecup tanah yang merindu, mengajarkan kepasrahan kepada bumi yang tak pernah menolak takdir-Nya. 

Anila berembus, menyisir ranting-ranting tua yang bergumam tentang waktu, menguji keteguhan larik-larik dahan yang berserah pada kehendak Ilahi. 

Cakrawala berselimut kelabu, menyimpan janji fajar yang takkan alpa. Setiap tetes yang luruh adalah pertanda, bahwa segala yang hadir hanyalah titipan, yang mengalir tiada pernah sia-sia, dan yang berlalu telah digariskan dalam kitab-Nya dengan penuh hikmah.


Badai bukan tentang kehancuran, melainkan kasih yang tersembunyi, kawah kehidupan bagi hati yang ingin dikuatkan, bagi jiwa yang ingin didekatkan pada-Nya. Lihatlah akar yang tak gentar pada gemuruh, justru semakin menghujam bumi dalam sujudnya. Demikian pula seorang hamba tak perlu takut pada gelap, sebab di dalamnya ada doa yang lebih khusyuk, ada rindu yang lebih mesra kepada Sang Pemilik Semesta.

Maka bersabarlah, sebagaimana daun tetap menari dalam hembusan puspa angkasa tanpa meragukan ketetapan-Nya. Sebab selepas hujan reda, langit akan menyingkap cahaya bagi mereka yang berserah. Dan di ujung segala deras, ada mentari yang pulang membawa rahmat, membawakan cahaya bagi mereka yang tak henti percaya, menggenapi janji-Nya bahwa setelah kesulitan, selalu ada kemudahan.

Jumat, 07 Februari 2025

MERAWAT KOMITMEN MENULIS di BLOG

Pertemuan ke-8

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32

Jum'at, 7 Februari 2025

 Narasumber : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si

Moderator : Aam Nurhasanah, S.Pd

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32

"Menulis di blog bukan sekadar hobi, tapi janji pada diri sendiri untuk terus berpikir, berbagi, dan berkembang" (Gramatolina)

Jum'at, 7 Februari 2025. Tepat pukul 19.00 WIB, Pertemuan ke-8 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32 dimulai. Malam yang istimewa, sebab sesi kelas kali ini menghadirkan narasumber yaitu Bapak Drs. H. Dedi Dwitagama, M.Si. Beliaulah guru dari gurunya para guru. Beliau yang memperkenalkan pertama kali keajaiban menulis di blog kepada OmJay. Selanjutnya, OmJay berdasarkan pengalaman beliau menulis di blog, membuka kelas KBMN hingga kini memasuki Gelombang 32. 

Kita dapat mengenal profil narasumber melalui link berikut https://dedidwitagama.wordpress.com/my-cv/. Sosok yang luar biasa bukan? Sebuah ilmu yang diajarkan, kemudian diamalkan oleh orang yang menerima ilmu tersebut, maka sejatinya amalan pahala akan terus mengalir jua kepada sang pemberi ilmu.

Kelas malam ini dipandu oleh seorang guru hebat dengan karya-karya inspiratifnya, yaitu Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Moderator menyampaikan peraturan kelas yang berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Peraturan malam ini adalah, materi tidak mulai dari narasumber tapi dimulai dari pertanyaan para peserta. Grup tidak dikunci. Narasumber akan menjawab pertanyaan para peserta melalui WA atau Voice Note.

Ternyata para peserta berlomba-lomba mengajukan pertanyaan. Lebih dari 20 pertanyaan diajukan, karena ada beberapa peserta yang bertanya bahkan sampai 10 pertanyaan sekaligus. Kelas yang sangat aktif. 

Beberapa pertanyaan dan rangkuman jawaban dari narasumber, merupakan 

TIPS MERAWAT KOMITMEN MENULIS di BLOG

Pertanyaan 1 : Rina-Bogor

Bagaimana  bapak  melihat peran blog dalam kehidupan pribadi dan profesional  serta apa dampaknya yang paling signifikan?

Jawaban Narasumber :

1. Blog adalah sebuah berkah di zaman digital ini, salah satu contohnya kita bisa melakukan iklan atau promosi tanpa biaya hanya dengan blog

2. Dampaknya sangat luar biasa dan signifikan, seperti di Amerika,para blogger sudah dianggap sebagai karir atau orang yang profesional

Pertanyaan 2 : Endang Ratna Juwita-Bogor

1. Apa yang harus kita lakukan agar bisa terus konsisten menulis di blog ?

2. Bagaimana caranya agar kita bisa terus mendapatkan ide untuk menulis dan berhasil menyelesaikan tulisan kita ?

Jawaban Narasumber :

1. Untuk konsisten menulis, hanya satu caranya yaitu MENULIS dan MENULIS, meskipun hanya 1 baris, satu alenia, atau 1 buku,

Tulisan yang Baik adalah Tulisan yang Selesai

2. Semua hal di sekitar kita bisa ditulis, baik tentang keluarga, maupuan tentang apa saja yang kita sukai

Pertanyaan 11 langsung 10 pertanyaan dari Ibu Klimah-Wonosobo Jawa Tengah

1. Topik utama apa yang paling diminati untuk ditulis di blog dan mengapa?

Jawaban : Kalau guru biasanya tentang bahan ajar, tukang masak biasanya tentang resep masakan. Jadi tergantung interest masing-masing.

2. Bagaimana cara menemukan ide-ide baru untuk tulisan blog? 

Jawaban : Caranya liat blog-blog orang lain, membaca artikel tentang topik yang akan ditulis.

3. Apa tantangan terbesar yang di hadapi saat menulis di blog, dan bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban : Rasa Malas, cara mengatasinya bisa dengan mengikuti lomba-lomba menulis blog

4. Bagaimana memastikan konten blog  tetap relevan dan menarik bagi pembaca?

Jawaban : Cari di google topik-topik yang menarik saat ini

5. Apa yang membuat sebuah postingan blog sukses dan mendapat banyak pembaca?

Jawaban : Postingan sukses karena dibutuhkan oleh pembaca dan bermanfaat

6. Bagaimana cara mengelola waktu untuk konsisten menulis dan mempublikasikan konten di blog? 

Jawaban : menulis, nulis dan nulis, baca-baca, nulis lagi

7. Apakah perlu memiliki ritual atau kebiasaan tertentu sebelum mulai menulis di blog?

Jawaban : mau pakai ritual atau tidak yang penting nulis

8. Bagaimana cara mempromosikan blog untuk menarik lebih banyak pengunjung?

Jawaban : mencantumkan link blog kita pada kolom komentar blog orang lain. Jadi, ketika mengunjungi blog orang lain, kita bisa membaca, menemukan ide, meninggalkan komentar dan menyisipkan link blog kita untuk mereka kunjungi juga

9. Apa momen paling membanggakan yang pernah di alami sebagai penulis blog?

Jawaban : Keliling dunia melalui kegiatan menulis blog

10. Bagaimana cara menangani kritik atau komentar negatif di blog?

Jawaban : 

Jika kritik disampaikan dengan baik, ya dijawab dengan baik pula. Jika disampiakan dengan tidak baik, bisa tidak dijawab, biarkan saja, atau boleh dijawab sesuai diri kita. Intinya menulis karena suka, jadi ya kritik jangan dijadikan beban.

Sekian dulu ya, rangkuman dari diskusi kelas malam ini. Sangat inspiratif. Semoga kita semua yang masih pemula, bisa mengikuti jejang The Master of Blogger.


"Komitmen menulis bukan tentang menunggu inspirasi datang, melainkan tentang disiplin menciptakan ruang bagi ide-ide untuk tumbuh. Setiap tulisan yang kita hasilkan adalah langkah kecil menuju perubahan, baik bagi diri sendiri maupun bagi mereka yang membaca."

(Gramatolina)

Rabu, 05 Februari 2025

CEGAH WRITER'S BLOCK

 Pertemuan ke-7

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32

Rabu, 5 Februari 2025

Narasumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr

Moderator : Gina Dwi Septiani, S.Pd.,M.Pd

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32

"Writer’s block itu seperti macet di jalan, kadang butuh jalur alternatif, kadang cukup nyalakan musik dan nikmati perjalanan."


Rabu, 5 Februari 2025. Pertemuan ke-7 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32, digelar kembali melalui WA grup. Seperti biasanya, kelas berlangsung pukul 19.00-21.00 WIB. Tema malam ini yaitu MENGATASI WRITER'S BLOCK, menghadirkan narasumber hebat yaitu Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr. Profil beliau dapat kita baca melalui https://s.id/cvdittawidyautami dan kelas dipandu oleh Gina Dwi Septiani, S.Pd.,M.Pd sebagai moderator. Tentunya, beliau berdua juga alumni KBMN gelombang sebelumnya.

Narasumber mengawali materinya dengan mengingatkan peserta tentang PESAN OMJAY yaitu bagaimana guru dapat menjadi contoh bagi murid-muridnya agar menjadi generasi yang beradab, memiliki sopan santun yang baik. Semua bisa kita ikhtiarkan melalui tulisan..ya dengan jalan MENULIS. 

OMJAY memberikan beberapa cara agar kita bisa menciptakan adab melalui tulisan, seperti berikut:

  1. Menulis dengan bahasa yang sopan dan beradab.
  2. Menggunakan contoh yang positif dan inspiratif.
  3. Menulis tentang nilai-nilai moral dan etika.
  4. Mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan reflektif.
  5. Menjadi contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kita bisa menjadi penulis yang bertanggung jawab dan menciptakan adab melalui tulisan kita. Sehingga menjadi inspirasi bagi generasi muda dan membantu mereka menjadi lebih beradab dan sopan.

Selanjutnya narasumber memberikan tantangan bagi peserta untuk menulis selama 10 menit sesuai tema-tema yang beliau tentukan, yaitu: Deep Learning, Lagu Anak, Senam Anak Indonesia Hebat, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagar Laut, Gas LPG 3 Kg dan Karateristik Peserta Didik. Tema -tema ini bisa dipilih oleh peserta. Ternyata, semua peserta aktif dan mengirimkan tulisan singkatnya di ruang chat.

Narasumber mengajukan beberapa pertanyaan reflektif  dari sesi menulis yang kami lalui. 

Apa yang membuat Ibu Bapak memilih tema tersebut?
Apakah karena menantang? Temanya familiar? Sedang ramai dibahas? Mengetahui tema yang ditulis?Apa jadinya jika Ibu Bapak memilih tema, misal pagar laut?
Apakah harus googling terlebih dahulu?
Buka ChatGPT atau Gemini dll 

Disadari atau tidak, menulis akan lebih mudah bagi kita jika temanya memiliki keterkaitan dengan keseharian kita, tentang hal-hal yang kita minati atau segala hal yang pernah kita dengar, lihat atau rasakan. Di luar itu, kita mungkin akan kesulitan untuk memulai. Perlu usaha yang lebih untuk bisa menyelesaikan tulisannya. 

Tak dapat dipungkiri dalam proses menulis dan menjadi penulis, tentu banyak sekali tantangan, hambatan, dan kendala yang dialami, terutama bagi penulis pemula. Salah satunya yang dikenal dengan istilah "WRITER'S BLOCK"  

KENALI TANDA TERKENA VIRUS  WRITER'S BLOCK, berikut:

  • Sulit untuk fokus, 
  • Sering berubah pikiran  (karena ide yang terus berkembang)
  • Merasa kurang bersemangat
  • Terlalu sering mengoreksi tulisan (baik dari diksi, tanda baca, EYD)
  • Khawatir tidak sesuai harapan pembaca
  • Terlalu banyak tekanan untuk menulis (dari dalam diri maupun dari luar)
Umumnya writer's block dimaknai sebagai kondisi di mana seorang penulis mengalami kesulitan untuk memulai atau melanjutkan proses menulis. Istilah ini sudah ada sejak tahun 40-an sebetulnya. Dikenalkan oleh seorang ahli psikoanalisis (yang mempelajari pemikiran alam bawah sadar dan perilaku manusia), Edmund Bergler.

Dari kacamata psikologi, dalam sebuah studi dari Yale psychologists pada 1970 dan 80-an yang ditinjau kembali oleh New Yorker, writer’s block merupakan hal konkrit dan dapat diatasi penulis.

Dua orang psikolog bernama Jerome Singer dan Michael Barrios melakukan penelitian mengenai fenomena writer’s block ini terhadap para penulis berlatar belakang yang berbeda, mulai dari penyair puisi hingga screen writer.

Mereka menemukan penulis yang mengalami writer’s block sedang merasa tidak bahagia. Agar lebih mudah memahaminya, kedua psikolog tersebut membagi empat dasar penyebab ketidakbahagiaan para penulis yang menjadi peserta studi mereka. (Deepublish)

Keempat hal tersebut adalah:
  1. Kecemasan
  2. Pemarah
  3. Apatis
  4. Memiliki masalah dg orang lain
Berbeda dengan hasil penelitian Jerome Singer dan Michael Barrios yang menunjukkan bahwa  writer's block memiliki keterkaitan dg kondisi psikoligis seseorang. Penulis dan psikolog Susan Reynolds menyatakan bahwa writer’s block hanyalah sebuah mitos dan bukan kondisi psikologis sama sekali. Walau begitu, Reynolds mengakui bahwa menulis adalah proses mental yang menantang.

PENYEBAB TERJADINYA WRITER'S BLOCK

  1. Merasa takut (seperti takut bahwa karyanya tidak lebih baik dari orang lain) 
  2. Perfeksionis
  3. Tekanan eksternal (contoh tuntutan untuk membuat tulisan)

Faktanya tidak hanya penulis pemula yang mengalami writer"s block, ternyata penulis profesional pun pernah mengalaminya. Writer's Block juga bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, bisa terjadi di awal, tengah, maupun akhir kepenulisan. Bisa terjadi dalam waktu singkat maupun bertahun-tahun.

Menurut Dee Lestari, terdapat 2 kondisi yang termasuk Writer's Block:

  1. Kondisi akut seperti saat kita berjalan lalu tersandung batu kecil. Terkadang saat menulis, ada "masalah kecil" yang menghambat proses kreatif kita. Namun, hal ini masih bisa diatasi dengan istirahat sejenak atau mengurai ide-ide. 
  2. Kondisi kronis (besar) dimana kita benar-benar terhalang oleh hal-hal besar saat menulis sehingga seperti tidak ada jalan keluar.

Setiap penulis biasanya mengalami kendala yang berbeda atau beragam. Tentu saja, langkah atau cara mencegahnya pun berbeda-beda sesuai dengan pilihan penulis masing-masing. 

TIPS MENGATASI WRITER'S BLOCK

  1. Istirahat sejenak
  2. Cari suasana baru (seperti mencari lokasi menulis yang berbeda dari biasanya)
  3. Meminimalkan distraksi (mematikan HP atau TV selama menulis)
  4. Membaca karya orang lain
  5. Melakukan diskusi
  6. Berolahraga
  7. Melakukan aktivitas lain selain menulis
  8. Mencoba free writing/menulis bebas

Kunci dalam menghapus Writer's Block sangat bergantung pada diri penulis sendiri, tentunya dengan mengenali akar penyebabnya. Sehingga dapat mengobatinya dengan tepat. Demikian narasumber menuntaskan materinya.

Menulis bukan tentang selalu lancar, tetapi tentang selalu kembali. Writer’s block hanyalah jeda, bukan akhir. Saat kata-kata terasa jauh, cukup ingat bahwa inspirasi selalu ada di sekitar, di dalam diri, di setiap pengalaman yang menunggu untuk diceritakan. 

"Tinta kreativitas tidak pernah benar-benar habis, hanya butuh waktu untuk kembali mengalir." 

Jadi, mari kita teruslah menulis, karena setiap kebuntuan hanyalah awal dari cerita yang lebih besar.

Senin, 03 Februari 2025

MENYULAM DIKSI SELAKSA MAKNA

 Pertemuan ke-6

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32

Senin, 3 Februari 2025

Narasumber : Maydearly

Moderator : Purbaniasita Kusumaning Sedyo, S.Pd

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gelombang 32


Dalam aliran waktu yang tak henti mengukir peradaban, pembelajaran adalah nyala yang menerangi jejak manusia menuju kebijaksanaan. Seperti angin yang membelai samudra, ilmu menggerakkan gelombang pikiran, menyingkap tabir keajaiban yang tersembunyi dalam keseharian. Di antara benih rasa ingin tahu dan ketekunan, tumbuhlah pemahaman yang berakar kuat, mengubah setiap pengalaman menjadi lentera bagi masa depan. Begitulah pendidikan sejati-bukan sekadar tumpukan teori, melainkan tarian harmonis antara logika dan rasa, antara inovasi dan tradisi, hingga menjelma suluh yang menuntun insan menuju makna kehidupan yang lebih hakiki. (Gramatolina)


Sang pemilik waktu pun, mengantar sua kita di kelas KBMN PGRI Gelombang 32. Senin, 3 Februari 2025, bada isya Waktu Indonesia Tengah (pukul 19.00-21.00 wib). Pertemuan ke-6 dengan tema Diksi dan Seni Bahasa. Penggugah inspirasi kelas malam ini, yaitu seorang guru cantik dengan segudang prestasi yang dikenal sebagai Queen of Diction. Ya tepat sekali, beliau adalah ibu Maesaroh Maydearly. Kelas ini pun berlangsung penuh harmoni dan menantang, sebab sang pengawal dialog juga seorang guru dan alumni KBMN gelombang 26, yaitu ibu Purbaniasita. Tentunya, dengan melangitkan bait-bait suci dan penuh pengharapan pada-Nya, kelas ini pun dimulai.

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32

Bagi saya, kelas ini memang cukup menantang. Karena latar belakang yang bukan di bidang sastra maupun ahli bahasa. Namun, saya sangat menikmati diksi-diksi indah dari sang ratu diksi. 

Apakah Diksi hanya digunakan untuk sebuah puisi saja?
Apakah Diksi harus selalu menggoda, berirama, menggugah rasa?

Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat serta selaras dan bertujuan agar pembaca dapat memahami teks dalam  tulisan. 

Diksi lahir untuk memberikan ruh agar sebuah kata memiliki kepantasan yang lebih bermakna. Dengan Diksi, kita akan lebih merasakan warna dan rasa untuk setiap kalimat. 

Dahulu, sejarahwan Yunani bernama Aristoteles memperkenalkan Diksi untuk menulis puisi. Kini, Diksi berkembang pesat tidak hanya pada puisi tapi juga digunakan untuk memperindah bahasa sebagai padanan kata agar lebih terasa maknanya.

Dalam konteks sastra atau tulisan kreatif, keindahan diksi sangat penting karena dapat mempengaruhi bagaimana pembaca merespons dan menghayati karya tersebut. Kata-kata yang dipilih dengan cermat tidak hanya memperkaya pengalaman membaca tetapi juga dapat mengekspresikan nuansa, emosi, atau gambaran dengan lebih mendalam.

Jadi, untuk mencapai keindahan diksi, penulis perlu memperhatikan hal-hal berikut:
  • konteks penggunaan kata-kata, 
  • pemilihan kosakata yang sesuai dengan nada atau suasana yang diinginkan, serta 
  • kemampuan untuk menggambarkan atau menggambarkan dengan cara yang unik dan menarik.
William Shakespeare dikenal dengan penggunaan diksi yang kaya dan puitis dalam karya-karyanya. Diksi merujuk pada pilihan kata-kata yang digunakan dalam tulisannya, dan Shakespeare terampil dalam memilih kata-kata yang tepat untuk menciptakan nuansa, gambaran, dan emosi yang mendalam dalam karya-karyanya seperti drama dan puisi.

Salah satu karya William Shakespeare yang terkenal adalah Romeo and Juliet: Karya ini memperlihatkan diksi yang romantis dan ekspresif, dengan dialog-dialog yang puitis antara kedua tokoh utama.

Lantas apakah hanya seorang penyair saja yang pandai berdiksi?
Apakah kita sebagai penulis pemula tak mampu berdiksi?

Ternyata penulis pemula juga mampu untuk berdiksi, dengan menerapkan tips jitu dari bunda Maydearly ini.
Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32

TIPS JITU agar mudah merangkai kata agar tampak menawan:

1. Sense of touch atau indera sentuhan, berperan penting dalam mengembangkan diksi, terutama dalam menggambarkan atau menjelaskan pengalaman fisik atau emosional. 
Berikut adalah beberapa cara di mana sense of touch dapat membantu dalam pengembangan diksi:

  • Deskripsi Fisik: Menggunakan kata-kata yang merujuk pada sensasi fisik yang dirasakan oleh karakter atau objek dalam cerita. Misalnya, "rasa kasar batu yang menggores telapak tangan" atau "kelembutan bulu halus yang menyentuh pipi".
  • Ekspresi Emosi: Mendeskripsikan bagaimana indera sentuhan mempengaruhi suasana hati atau emosi seseorang. Contohnya, "rasa dingin membelai kulitnya membuatnya merasa kesepian" atau "kehangatan pelukan memenuhi hatinya dengan kedamaian"
  • Nuansa dan Atmosfer: Menggunakan sensasi sentuhan untuk membangun nuansa atau atmosfer dalam sebuah setting. Misalnya, "angin sepoi-sepoi menyentuh kulit mereka dengan lembut di tepi pantai yang sunyi" atau "hujan deras yang membasahi bumi dengan kelembutan."
  • Metafora dan Personifikasi: Menggunakan sentuhan secara metaforis untuk menggambarkan pengalaman atau objek secara lebih mendalam. Contohnya, "sinar matahari merayap seperti jemari emas yang membelai tanah gersang" atau "suara angin di pepohonan menggelembung seperti suara tawa anak-anak yang bermain."

2. Sense of smell atau indera penciuman adalah elemen penting dalam berdiksi karena dapat menambah kedalaman dan kehidupan dalam deskripsi pengalaman atau suasana. 
Berikut adalah beberapa cara di mana sense of smell dapat digunakan dalam berdiksi:

  • Deskripsi Lingkungan: Menggunakan aroma untuk menggambarkan lokasi atau lingkungan dengan lebih jelas. Contohnya, "aroma bunga melati yang menyegarkan memenuhi udara di taman itu" atau "bau tanah basah setelah hujan turun sepanjang malam."
  • Karakterisasi: Menambahkan aroma untuk menggambarkan karakter atau suasana hati. Misalnya, "parfum mewah yang menguar dari lehernya menunjukkan keanggunan dan kepercayaan dirinya" atau "bau rokok dan alkohol yang menusuk hidung menggambarkan gaya hidupnya yang kasar."
  • Memori dan Emosi: Menggunakan aroma untuk memicu memori atau mengekspresikan emosi karakter. Contohnya, "aroma kue mangga yang manis membawa kenangan masa kecilnya yang bahagia" atau "bau bensin yang tajam memicu kecemasan dalam dirinya."
  • Metafora dan Simbolisme: Menggunakan aroma secara metaforis untuk menggambarkan suasana atau konsep. Misalnya, "bau kemarahan yang menyengat terasa di udara" atau "aroma kebohongan yang terasa menyengat di ruang rapat itu."


3. Sense of taste, atau indera perasa, juga dapat digunakan dengan efektif dalam berdiksi untuk memperkaya pengalaman pembaca dengan sensasi-sensasi yang berkaitan dengan rasa. 
Berikut adalah beberapa cara di mana sense of taste dapat dimanfaatkan dalam berdiksi:

  • Deskripsi Makanan dan Minuman: Menggunakan rasa untuk menggambarkan makanan atau minuman dengan lebih jelas. Contohnya, "rasa manis dari cokelat leleh mengalir di lidahnya" atau "rasa pedas dari sambal yang membara memenuhi seluruh mulutnya."
  • Ekspresi Emosi atau Perasaan: Menggunakan rasa untuk mengekspresikan emosi atau perasaan karakter. Misalnya, "rasa getir kecewa yang seperti pahit di ujung lidahnya" atau "rasa gembira yang segar seperti buah-buahan tropis yang manis."

4. Sense of Jurnalism merujuk pada cara penggunaan diksi yang khas dalam konteks jurnalisme untuk menyampaikan berita atau cerita dengan cara yang informatif, jelas, dan terkadang juga memikat.

5. Sense of hearing atau indera pendengaran dapat diterapkan secara efektif dalam berdiksi untuk menciptakan pengalaman auditori yang kuat dalam tulisan. 
Berikut beberapa cara menggunakan sense of hearing dalam berdiksi:

  • Deskripsi Suara: Menggunakan kata-kata untuk menggambarkan berbagai jenis suara dengan detail. Misalnya, "derap langkah kaki yang cepat di lorong yang sepi" atau "gemerisik daun kering yang disapu angin."
  • Atmosfer dan Nuansa: Suara dapat digunakan untuk membangun atmosfer atau nuansa tertentu dalam sebuah setting. Contohnya, "gemuruh petir yang menggetarkan jendela" untuk menciptakan ketegangan atau "suara riuh kerumunan yang memenuhi pasar pagi."
  • Ekspresi Emosi: Suara juga dapat mengekspresikan emosi atau perasaan. Misalnya, "senandung riang anak-anak yang bermain di halaman sekolah" atau "ratapan sedih yang terdengar di ruang tengah rumah duka."
  • Simbolisme dan Metafora: Suara dapat digunakan secara metaforis untuk menyampaikan makna yang lebih dalam. Contohnya, "suara jangkrik malam yang menyiratkan kesepian di hatinya" atau "nyanyian angin yang membawa berita baik."


Diksi adalah tentang rasa, dan rasa adalah tentang indra. Apa yang kita lihat, kita dengar, kita sentuh, ketika kita jabarkan dalam sebuah kalimat yang menarik maka akan terlahir sebuah kata yang unik. Diksi adalah padanan kata. dimana setiap kata memiliki sinonim. Diksi tidak selalu bertajuk puisi, Karena Diksi adalah kata pengganti yang bermakna sama, bisa dipakai pula untuk sebuah karya ilmiah. 

Demikian penyampaian narasumber yang luar biasa. Rasanya tak ingin menghapus setiap diksi yang telah beliau sampaikan, maka biarlah resume ini cukup panjang dari biasanya ya. 


Diksi adalah sulaman kata yang menari dalam irama makna, melahirkan simfoni rasa yang menggema di relung jiwa. Ia bukan sekadar kumpulan huruf yang terangkai, melainkan denting nada yang membangkitkan getar emosi, menghidupkan bayangan dalam benak, dan menggerakkan hati dalam tarian imajinasi. Seperti pelukis dengan palet warnanya, seorang penutur meracik kata dengan cermat, menorehkan keindahan yang abadi dalam ruang pemikiran. Dalam seni bahasa, tiap frasa adalah percikan cahaya yang menyulut api semangat, mengubah wacana menjadi kisah yang menyala, mengukuhkan makna menjadi warisan yang lestari. Sebab kata bukan hanya suara yang melintas, melainkan jejak yang kekal dalam lintasan peradaban.
(Gramatolina)

REFERENSI GRATIS _20 RESUME KBMN GELOMBANG 32

Sumber : doc.pribadi penulis Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke-32, dimulai hari Sabtu, 18 Januari 2025 dengan acara O...