Jumat, 14 Februari 2025

7 RESEP MENULIS ITU MUDAH

 Pertemuan ke-11

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32

Jum'at, 14 Februari 2025

Narasumber : Prof. DR. Ngainun Naim, M.HI

Moderator : Muliadi

Sumber : Grup WA KBMN PGRI Gel.32


"Menulis bukan soal sempurna, tapi soal berani memulai. Setiap kata yang ditulis adalah langkah menuju kemahiran."


Jum'at, 14 Februarai 2025. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 32, pertemuan ke-11 digelar kembali. Seperti biasanya, kelas berlangsung melalui WA Grup mulai pukul 19.00-21.00 WIB. Tema malam ini yaitu "MENULIS ITU MUDAH" menghadirkan narasumber ternama yaitu Prof.DR.Ngainun Naim, M.HI, dan kelas dipandu oleh Bapak Muliadi.

Moderator mengawali kelas dengan menyapa semua peserta dan mengingatkan aturan kelas. Kegiatan kelas dibagi 3 tahap, yaitu pembukaan, sajian materi, dan tanya jawab. Selanjuitnya moderator mepersilahkan narasumber menyampaikan materinya.

Prof. Dr. Ngainun Naim, M.HI, berbagi resep Menulis Itu Mudah : 

  1. Pentingnya membangun mindset, membangun kerangka pikir yang tepat terlebih dahulu. Jika kita berpikir menulis itu mudah, maka itulah yang akan terjadi. Begitu juga sebaliknya.
  2. Sering berlatih. Jika baru sekali, dua kali menulis, lalu tidak selesai ya itu mirip orang belajar naik sepeda lalu jatuh. Jadi, jika ada kesulitan, tetap semangat. tetap menulis. Bangkit lagi, dan coba untuk terus menulis.
  3. Mulailah menulis tentang hal-hal yang sudah diketahui. Jangan mulai menulis dari yang idealis dan rumit.Baru belajar menulis mau langsung menulis buku ya berat. Boleh juga,tetapi harus memahami segala sesuatunya secara berproses  Contohnya bisa menulis tentang pengalaman. Seperti berikut ini https://www.spirit-literasi.id/2024/06/perjumpaan-tak-terduga.html
  4. Miliki semangat dalam menulis. Tanpa semangat, tulisan tidak akan jadi. Semangat itu seperti bahan bakar dalam menulis. Awalnya, tulisan kita mungkin belum baik, tetapi dengan semangat kita akan terus menulis sehingga tulisan kita semakin berkualitas.
  5. Menulis sesuai dengan kondisi. Misalnya, jika kita terbiasa menulis dengan tangan, ya lakukan seperti itu. Jika terbiasa menulis dengan HP, ya menulis dengan HP saja tidak apa apa. Termasuk sesuai kondisi adalah bersiasat menulis di tengah kesibukan kerja yang seolah tanpa jeda. Salah satu alasan yang cukup dominan sebagai penghambat menulis adalah SIBUK Menulis itu soal komitmen. BUKAN MENUNGGU WAKTU LUANG TETAPI MELUANGKAN WAKTU. Jika sibuk, kita bisa berlatih menulis secara NGEMIL seperti berikut ini https://www.kompasiana.com/ngainun-naim.berbagi/666b0af7c925c448d542e5d4/ngemil-menulis-di-tengah-kesibukan
  6. Rajin Membaca. Sebelum menulis, wajib hukumnya membaca. Karena dengan membaca, bisa memberi nutrisi bagi otak. Sehingga otak bisa memproduksi tulisan lebih banyak. Membaca tidak harus banyak. Sedikit asal paham itu jauh lebih baik.
  7. Nikmati Prosesnya. Jika kita menikmati proses selama menulis, maka kesuksesan pun akan mengikuti

 Pada sesi tanya jawab, saya mengajukan pertanyaan berikut :
  1. Bagaimana agar semangat menulis terus menyala?
  2. Motivasi instrinsik dan ekstrinsik seperti apa yang tepat?
Jawaban Prof sebagai berikut :
  1. Harus ada spirit yang terbangun dalam diri sendiri. Karena itu perlu ditentukan kita menulis itu kepentingannya apa. Jika kepentingannya karir, untuk naik pangkat, misalnya. Bersemangat menulis akan menjadi pendorong lancarnya karir. Jika kepentingannya mengabadikan ide, terus menulis adalah cara untuk terus bersemangat menulis.
  2. Ekstrinsik: misalnya ikut grup semacam ini adalah cara mendapatkan motivasi. Ekstrinsik dan intrinsik harus dipadukan
Terima kasih Prof atas jawabannya, dan materi yang sangat mencerahkan malam ini. Seperti mahfudhot atau kata-kata mutiara dalam bahasa Arab yang Prof sampaikan, Bidaayatuhu nihaayatuhu. Permulaannya menentukan akhirnya.

Dari matei malam ini, saya belajar bahwa 

"Menulis itu seperti menanam benih. Awalnya kecil dan sederhana, tapi dengan kesabaran dan latihan, ia tumbuh menjadi sesuatu yang bernilai. Jangan khawatir tentang tulisan pertama yang belum sempurna, karena setiap penulis besar pun pernah memulai dari satu kalimat sederhana. Yang penting, berani memulai. Setiap kata yang ditulis adalah langkah menuju cerita yang lebih besar."

"Menulis itu seperti meracik kopi, kadang butuh trial and error, tapi setiap kata yang dituangkan selalu punya rasa. Tidak perlu menunggu sempurna, karena justru dari tulisan yang sederhana, kita bisa menemukan makna. Biarkan pikiran mengalir, biarkan cerita berbicara. Siapa tahu, tulisan kecil hari ini bisa menjadi inspirasi besar di masa depan."


7 komentar:

REFERENSI GRATIS _20 RESUME KBMN GELOMBANG 32

Sumber : doc.pribadi penulis Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke-32, dimulai hari Sabtu, 18 Januari 2025 dengan acara O...